Kegiatan Hari Terakhir: Grade 5 TPRA Extended Studies

Suara gamelan Bali seakan masih terngiang-ngaiang di telingaku. Tari barong yang unik juga masih memenuhi pikiranku. Aku selalu teringat pengalaman study tour/extended studies di Bali. Dari 5 hari kami melakukan adventure dan study tour di Bali, kami mempelajari banyak hal. Tetapi, pembelajaran ini tidak  dilakukan seperti ketika berada di Tembagapura –kami belajar sambil berpetualang. Ilmu yang kami dapatkan pun bukan sekedar cara menghitung, menghafal materi dan teori, dan berkutat dengan angka-angka. Kami belajar sesuatu yang biasanya tidak diajarkan di sekolah. Selain ilmu kesenian, kami juga belajar banyak hal yang berkaitan dengan ekonomi, sosial, pengembangan diri, dan masih banyak lagi. Tentu, kami mempelajari semuanya tanpa merasa bosan maupun jenuh, karena sekali lagi, kami tidak duduk di kursi dan membaca buku, tapi kami berjalan dan melakukan semuanya. Menurutku, belajar dengan cara ini sangatlah efektif. Setiap kegiatan yang kami lakukan mengubah kami sedikit-demi-sedikit menjadi lebih baik.

Ketika kegiatan mengunjungi Puri Bongkasa, kami belajar untuk bertoleransi dan menghargai budaya lain. Kami belajar untuk berlaku sopan juga di manapun kami berada. Hal ini karena kami mengunjungi wilayah tempat dimana kepercayaan dan budaya sangatlah kental. Kami mengunjungi tempat ibadah di sana, ketika kami tidak boleh menginjak dupa/sesaji yang diletakkan di sana. Saat itulah kami mempelajari salah satu sikap (attitudes) pembelajaran PYP, yaitu bertoleransi dengan budaya/kepercayaan lain (tolerance), dan menghargainya (respect).

IMG-20160502-WA0001

Sedangkan ketika kegiatan di Bali Treetop, kami semua mempelajari salah satu kemampuan (skills) pembelajaran PYP, yaitu mengurus diri sendiri/mandiri (self management), karena kami berada di arena dimana kami susah dijangkau oleh orang dewasa. Ya, kami berada di ketinggian 10 meter ke atas, sedangkan guru pembimbing dan kakak-kakak di sana ada di bawah. Tentunya kami harus berusaha sendiri untuk melewati rintangan yang terbentang di atas. Di Bali Treetop, kami juga menerapkan kemampuan pembelajaran PYP yang lain, yaitu berfikir (thinking), karena kami harus berfikir sendiri bagaimana cara melewati rintangan yang akan kami hadapi, tanpa instruksi mendetail dari siapapun, bahkan termasuk teman-teman kami sendiri. Jadi, kami harus mencari tahu cara untuk melewati semuanya sendiri. Walaupun sesekali kami diberi instruksi, sih, tapi, tidak begitu mendetail dan lengkap. Lalu, kami juga belajar untuk menjadi seorang pengambil resiko (risk takers), yang adalah salah satu profil pembelajaran PYP juga. Kami menerapkan ini ketika kami belajar mengambil resiko untuk maju ke tingkatan yang lebih sulit dan menantang di Bali Treetop. Jadi, kami semua belajar menjadi mandiri, pemikir, dan pengambil resiko di sini. Oh ya, saat berada di hotel kami juga belajar mengurus diri sendiri/mandiri saat kami harus mengatur barang kami agar tidak hilang, dan merapikan kamar kami tanpa mengandalkan orang dewasa.

Selain belajar menjadi siswa yang bertoleransi, menghargai sesama, mandiri, berfikir, dan berani mengambil resiko, kami juga belajar menjadi komunikator (communicators) yang adalah salah satu profil pembelajaran PYP, pada saat kegiatan di Begawan Foundation, dimana kami harus menjadi aktif bertanya kepada pemandu yang mengantarkan kami berkeliling. Artinya, kami juga harus menjadi siswa yang antusias (enthusiasm), memenuhi target PYP dalam sikap pembelajarannya, karena jika tanpa antusiasme, apa yang mau kami tanyakan dan bicarakan? Nah, selain hubungan kedua pembelajaran ini, kedua pembelajaran ini juga berhubungan dengan menjadi siswa yang penuh akan keingintahuan (inquirers), yang merupakan profil pembelajaran PYP, karena dengan begitu yang akan dikomunikasikan jelas; pertanyaan, dan unbtuk menjadi siswa yang penuh akan keingintahuan, siswa harus antusias dalam mengikuti kegiatan. Untuk mendukung ketiga hal ini, kami harus menjadi siswa yang pandai bersosialisasi, (social) karena tanpanya, kami akan malu berkata kepada sesama dan akan malu untuk menunjukkan antusiasme kami. Jadi, ketiga pembelajaran PYP ini berhubungan dan tanpa salah satunya yang lainnya tidak bisa tercapai.

Nah, itulah pembelajaran-pembelajaran PYP yang menurut kami –termasuk aku, tentunya –pelajari selama program dan kegiatan extended studies/study tour kelas 5 tahun ini. Kami semua dari kelas 5 SD YPJ Tembagapura mengucapkan terimakasih banyak kepada mitra wali dan orang tua yang telah mendukung kami untuk mengikuti kegiatn di Bali, dan mendoakan kami sejauh ini. Selain itu, berlimpah terimakasih juga kami haturkan kepada guru-guru, baik yang membimbing kami ke Bali maupun yang tetap di Tembagapura, karena terus mangarahkan kami dan mendukung kami sejauh ini. Kami juga amat berterimakasih kepada PACTO, agen travel yang berbaik hati untuk mau memberikan kami ilmu seputar Ubud Bali secara singkat dan ringkas, serta menyertai kami dengan alat transportasi yang membuat kami bisa pergi ke mana-mana dengan nyaman.

Selain itu, kami juga berterimakasih kepada semua narasumber yang mengizinkan kami datang ke tempat mereka untuk menanyakan berbagai macam hal kepada mereka dan mengizinkan kami untuk datang dan melakukan aktifitas di sana. Yang terakhir, kami ucapkan terimakasih kepada Pak Teis yang membantu kami untuk mempublikasikan blog kepada yang mau membacanya. Terimakasih semuanya!

~ Aida mewakili siswa kelas 5 TPRA

Kegitan Hari Ke-5: Belajar Tarian Bali Grup MULKI

20160428_105414

Suara teriakan terdengar, ternyata teriakan tersebut membuat pagi yang indah ini menjadi tidak nyaman , memang bukan suara yang enak sih….. tetapi teriakan tersebut membuat kami dimarahi oleh tamu lain. Setelah semua keributan berakhir kami berenang dengan ceria selama 30 menit dan dilanjutkan sarapan pagi yang sangat melezatkan dan membuat perut kami merasa sangat kenyang. Sarapan tadi membuat kami menjadi lebih semangat untuk beraktifitas hari ini dengan energi yang sudah terisi. Tidak menunggu lama lagi kami dari restoran menuju kebus untuk memulai kegiatan hari ini. Saat kami telah melajukan perjalanan menggunakan bus selama 20 menit menuju lokasi tujuan. Sesampainya kita di rumahnya pak Ketut Sudirawan kami disambut dengan alat musik gamelan yang terdengar seperti nyanyian malaikat.

20160428_085218

20160428_102021

Setelah kami disambut, kami dibagi menjadi 2 kelompok: perempuan dan laki-laki. Setelah kami dibagi menjadi 2 kelompok, teman teman perempuan kami diajarkan tarian puspanjali. Sedangkan teman laki laki diajarkan tarian wirayuda dan tarian baris. Lalu laki laki dan perempuan diberikan kesempatan untuk diajarkan cara bermain alat musik gamelan dan alat musik tradisional bali lainnya.Setelah itu, kami langsung di ajak untuk menari di depan teman-teman kami dan menukjukan keahlian bermain musik kami. Setelah 3 jam berlatih dan bermain kami pun langsung diajak untuk beristirahat dan memulai lunch.Setelah lunch kami mencoba melakukan permainan “kecak” selama 10-15 menit atau kurang lebih.

20160428_093714

20160428_120250

Sehabis belajar tari di sanggar Pak Ketut Sudirawan kami langsung menuju hotel untuk beristirahat dan bersiap-siap untuk kegiatan selanjutnya. Kegiatan terakhir kami bertempat di Puri Bongkasa. Puri Bongkasa adalah sebuah Puri peninggalan jaman kerajaa Mengwi. Aku dan teman-teman sudah tidak sabar dan sangat penasaran utnuk melakukan kegiatan disana. Saat kami desang bersiap-siap teman-teman dari tim Uteki tiba di hotel dengan wajah sumringah. Mereka baru saja selesai melakukan kegiatan di Bali Treetop. Saat ini kami baru bisa menulis sampai disini saja, karena kami sangat terburu-buru untuk menuju Puri Bongasa.

-Tulisan kolaboratif Grup Mulki-

20160428_093637

20160428_100942

Kegiatan Hari ke-5: Puri Bongkasa Grup UTEKI dan MULKI

 

IMG_7093

IMG_7097

Kami berangkat ke Puri Bongkasa pada pukul empat sore. Karena sudah disepakati sebelumnya, bahwa kami akan ke sana memakai baju batik, jadi semua anak menggunakan baju batik Papua. Semua siswa turun dari bis, untuk masuk ke wilayah Puri Bongkasa. Kelompok Mulki dan Uteki dicampur, akan tetapi ketika sudah masuk ke sana, kami membentuk 4 kelompok yang anggotanya dipilih sendiri oleh kami, siswa-siswi. Jumlah anggota / kelompoknya berkisar antara 8-9 orang. Kelompok-kelompok ini akan mengikuti kegiatan yang berbeda-beda. Tentu saja bergantian dan tidak hanya mengikuti satu kegiatan saja. Ada 4 kelompok dan 4 kegiatan. Ada kegiatn menari Bali, membuat sesaji, mengunjungi Puri (tempat ibadah), dan membuat jajanan khas Bali. Pada saat mengnjungi Puri, yang sedang berhalangan tidak boleh ikut masuk. Tapi, yang lainnya, boleh. Di dalam Puri, ada banyak bangunan yang dipercayain sebagai tempat dewa. Sesaji yang telah dibuat akan menjadi persembahan bagi dewa-dewa tersebut. Sesajinya biasanya tersusun atas bunga, tanaman, jajanan khas Bali dan buah-buahan. Kami juga melihat cara membuatnya dan mencobanya juga ketika kegiatan membuat sesaji. Sedangkan pada kegiatan menari Bali, kami dipinjami selendang untuk menari menggunakan selendang tersebut. Oh iya, saat masuk ke Puri, kami juga dipinjami selendang untuk diikatkan di pinggang dengan maksud untuk menghormati dewa-dewa di tempat ibadah tersebut. Nah, setelah kegiatan-kegiatan tadi, kami mencoba membawa sesaji pada kepala kami. Cukup menantang, karena sesajinya agak berat dan kami harus membawanya di kepala sembari berjalan mondar-mandir. Setelah melakukan itu, kami pergi ke tempat makan dan langsung memilih tempat duduk. Kami sudah disambut oleh alunan musik gamelan. Setelah mengambil makanan secara prasmanan, kami mulai makan makanan yang sudah berada di piring kami. Selagi kami makan, kami diiringi oleh tarian –yang sepertinya namanya –Jau yang sangat menarik dan unik. Selain tarian Jau, kami juga menyaksikan tarian barong. Kemudian, setelah semuanya selesai makan dan tariannya juga sudah selesai, kami diperbolehkan untuk berfoto dengan barongnya. Lalu, kami semua kembali ke bis setelah menghitung jumlah siswa dan kami sangat menikmati apa yang sudah kami lakukan di Puri.

-Aida-

IMG_7112

IMG_7131

IMG_7154

IMG_7155

Kegiatan Hari ke-5: Bali Tree Top Group UTEKI

Pada subuh yang sangat dingin aku terbangun dengan perlahan. Lantunan lagu merdu yang berasal dari burung yang berkicau terdengar di telinga kami. Kami masih ingin sekali memejamkan mata kami. Canda tawa terjadi di kamar ku bersama teman-teman ku.

IMG_7041

Muka kami yang muram berubah menjadi muka bahagia. Akan tetapi salah satu teman kami bercanda terlalu berlebihan,akhirnya ia berteriak dan di dimarahi oleh salah satu turis yang tinggal di hotel ini. Setelah itu kami bergantian mengambil handuk kami masing-masing untuk mandi. Setelah mandi,kami bersiap siap untuk melakukan kegitan hari ini.

IMG_6926

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh anggota group uteki karena,hari ini kami pergi menuju Bali treetop adventure park yang terletak di desa Bedugul. Kami berangkat menggunakan bis pariwisata dan kami di pandu oleh Pak Agung Wiratma.

IMG_7033

Setelah menempuh waktu yang cukup lama,akhirnya kami pun tiba di Bali treetop adventure park. Sebelum masuk kedalam Bali treetop adventure park,kami tidak lupa membeli karcis. Kemudian kami masuk dengan wajah yang sangat bahagia. Di dalam Bali treetop banyaaaa…..k sekali wahana yang seru dan menantang. Kami menggunakan alat pengaman terlebih dahulu. Tetapi karena kita harus melakukan kegiatan yang cukup berat,kita harus melakukan pemanasan. Setelah melakukan pemanasan kami diajarkan cara memasang carabiner dan pulley. Kami juga mencoba trial course agar dapat mengingat semua yang diajarkan oleh om pemandu.

IMG_7010

Setelah itu kami mencoba beberapa circuit terlebih dahulu. Circuit yang paling rendah adalah yellow circuit dengan ketinggian 4 meter dan circuit yang paling tinggi adalah black circuit dangan ketinggian 20 meter. Pertama-tama uteki mencoba dia circuit low green dalam kentinggian 5 meter,saat pertama kali kami mencoba jantung kami terasa seperti ingin copot. Ternyata rintangan rintangannya sangat mudah sekali, di Bali tree top terdapat 71 rintangan di bagi menjadi 8 rintang yaitu yellow circuit, low green circuit, high green circuit, orange circuit, 2 blue circuit ,red circuit ,dan paling susah black circuit.

 

Rafi, Jeremy, Adis

Kegiatan Hari ke-4: Belajar menjadi Anak yang Eco-Friendly Grup MULKI

Tok tok tok…….,terdengar ketukan pintu yang membangunkan ku di pagi yang sejuk.Pada pukul 6:00 tanaman bergoyang goyang karena hembusan angin.Saat ku lihat teman-temanku hari ini, mereka sangat sehat dan bahagia. Setelah ini kami sarapan, untuk memulai hari ini.

20160427_133418

Tempat kegiatan yang saya tuju adalah begawan foundation. Menuju ke begawan foundation kami menggunakan mobil fan. Saat sampai di begawan foundation kami menonton film mengenai burung jalak bali. Film tersebut menceritakan tentang langkahnya burung tersebut. Kami dibagi menjadi 4 kelompok yang masing masing melakukan kegiatan yang berbeda seperti Trekking, membuat dan memberi makan burung, berjalan jalan mengelilingi kandang dan melihat sample bulu burung melalui mikroskop.

20160427_092654

20160427_091153

Saat kami trekking kami melihat bangunan utama Green School. Green school ini terbuat dari sebuah bambu bambu yang disusun rapi. Sehingga terkesan sangat unik. Bambu ini dapat bertahan selama 15-20 tahun. Kami juga melihat jembatan Jalak cinta yang terbuat dari bambu tetapi hanya 1 kelompok yang melewati jembatan tersebut karena jembatan tersebut keropos. Saat berjalan jalan mengelilingi kandang burung kami melihat banyak spesies burung langka yang dilindungi pemerintah. Burung langka itu adalah jalak bali, burung nuri bali, burung beo, dan burung african gray yang mirip dengan burung kakatua. Burung jalak bali adalah burung maskot bali yang hampir punah karena ilegal hunting.

20160427_110048

20160427_115039

Setelah selesai melakukan kegiatan di Begawan foundation kami meluncur ke kul kul farm dan disambut oleh pak Yohanes. Disana kami melihat bahwa “sustauinable living” benar benar dijalankan. Sustainable living adalah suatu gaya hidup yang ramah lingkungan. Mereka menggunakan air sesedikit mungkin, menanam tanaman organik, menggunakan bambu sebagai bahan arsitektur. Di kul kul farm kami diajarkan cara pembibitan dan membuat kompos oleh pak Yohanes.

20160427_121217

Cara pembuatan kompos adalah dengan mencampurkan sampah organik, kotoran hewan dan jerami.Kompos tersebut jadi dalam waktu 8 minggu. Saat waktu 4 minggu kompos tersebut akan terjadi panas akibat mikro bakteria yang sedang bekerja, suhu tersebut dapat mencapai 60 derajat selsius. Setelah belajar membuat kompos kami diajarkan pembibitan benih dari soil blok yang berbentuk seperti brownies dan membuat pot dari recycle paper.

Setelah semua selesai, makan siangpun dihidangkan. Makan siang yang kami makan adalah makanan hasil panen kul kul farm, yang berarti semua yang kami makan adalah organik. Makanan yang kami makan ini adalah makanan orang vegan. Vegan adalah gaya hidup yang tidak mengonsumsi semua daging dan protein hewani. Jika vegetarian masih mengonsumsi protein hewani seperti susu, telur dan sejenisnya. Maka vegan tidak mengonsumsi protein hewani sama sekali.

20160427_130005

Setelah menyantap makan siang, kamipun pergi menuju galuh market untuk membeli oleh oleh khas bali. Sehabis belanja kamipun pergi ke hotel dan membuat blog ini.

By:Arres,Nathan,Luthfi

 

 

Kegiatan Hari ke-4: Ubud Trekking dan Sujana Batik Studio Grup UTEKI

Jpeg

Hari ini kami bahagia. Burung-burung menyambut kami dengan sangat indah. Gelapnya subuh membuat kami ingin terlelap lagi. Namun, kami harus bersiap-siap untuk kegiatan hari ini. Kegiatan-kegiatan hari ini membuat kami bersemangat.

Jpeg

Jpeg

Kegiatan kami yang pertama ini adalah trekking di Ubud. Kami harus menempuh jarak 4 km dengan waktu tempuh +/- 1 sampai 2 jam. Selain itu, saat trekking, kami dipandu oleh pak Brus. Saat trekking, kami dijelaskan tentang tanaman-tanaman dan system irigasi sawah di Bali. Salah satunya tentang padi yang ditanam di Bali. Petani-petani di Bali menggunakan padi yang berasal dari Thailand,Filipina,dan Vietnam. Panasnya matahari membuat kami berkeringat. Namun, itu tidak membuat kami patah semangat, melainkan membuat kami semakin bersemangat.

Jpeg

Jpeg

Kegiatan trekking di Ubud membuat kami lelah dan lapar. Oleh karena itu, kami makan siang di restoran sobek. Makanan disana lezat dan nikmat. Berbagai Negara datang ke restoran sobek untuk menikmati makanan disana. Selain itu di sekitar restoran, ada tempat untuk rafting atau arung jeram. Pemandangan di sana sangat indah dan menyejukkan. Sehingga makanan yang kami makan membuat kami kenyang. Setelah makan kami bersiap-siap untuk pergi ke kegiatan berikutnya.

P_20160427_085557

Setelah trekking di Ubud dan makan siang di restoran sobek, kami pergi ke tempat BATIK WORK SHOP untuk belajar membatik. Kami belajar membatik dengan pak Ketut Sujana. Di sana, kami diajarkan membuat pola di kain, waxing, perwarnaan, dan proses lainnya.

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Kami bisa membuat pola sesuai dengan keinginan kami masing-masing. Setelah membuat pola, kami melakukan waxing. Tangan kami menari-nari bagaikan penari Bali. Tidak terasa, batik yang kami buat pun sudah selesai. Namun, kami tidak bisa membawa batik yang kami buat karena batik itu harus dijemur dan juga proses lainnya.

Jpeg

20160427_135753

Akhirnya, kami selesai melakukan kegiatan hari ini. Di perjalanan, kami melihat keadaan sekitar. Di tengah perjalanan kami melihat patung ogoh-ogoh yang terbuat dari kertas dan juga gabus yang biasanya di gunakan oleh oran-orang untuk berupacara. Menurut cerita yang diceritakan oleh pak Wiratma pemandu kami di bis,bahwa warga sekitar percaya bahwa jika ogoh-ogoh di bawa ke seluruh desa,ogog-ogoh tersebut dapat mengusir roh-roh jahat yang ada di desa. Lelah dan bahagia menyelimuti perasaan kami. Sebagian dari kami bernyanyi dan bercerita untuk menghilangkan rasa lelah kami. Setelah beberapa menit kita berjalan pulang, akhirnya pun kami pulang dengan selamat di hotel dan setelah itu kami melakukan kegiatan lainnya.

By: Fadhila, Nayla K, dan Matthew

Kegiatan Hari ke-3: Bali Treetop and Batik Workshop Group MULKI

20160426_091524

Semilir angin pagi yang berhembus seakan menyapa kami dengan lembut saat kami membuka pintu balkon kamar. Kami segera mengecek ulang barang-barang kami yang akan dibawa ke Bali Treetop dan Batik Workshop. Setelah tahu bahwa yang kami bawa benar, kami segera mandi dan mengenakan baju yang nyaman dan pantas. Kami sekarang sudah siap. Kami langsung menuju restoran untuk sarapan. Kami sarapan nasi goreng untuk mengisi energi dan nutrisi kami sebagai bekal untuk kegiatan kami hari ini.

20160426_091746

Setelah satu jam perjalanan menggunakan bus, kami tiba di Bedugul. Gunung yang dari dalam bus kelihatan berwarna hijau cerah langsung mejadi objek untuk difoto teman-teman. Tentu, setelah turun dari bus pun banyak yang memotret pemandangan sekitar karena keindahannya. Aku pun begitu. Dengan kamera masih di tangan, kami berjalan dengan riang menuju area start wahana-wahana di Bali Treetop. Setelah membahas banyak hal, dipakaikan harnest, dan melakukan uji coba untuk persiapan melakukan kegiatan di Bali Treetop, kami pun mulai bergantian memanjat kayu yang sudah dipersiapkan di sana sebelum akhirnya memulai flying fox, melangkah di atas kayu pada ketinggian, dan melakukan hal-hal yang tentu menguji adrenaline.

20160426_093523

IMG_9273

Ada banyak tingkatan dalam kegiatan ini, mulai dari “yellow” sampai “black”. Pengunjung yang membludak secara bergantian mencoba wahana-wahana di sini mulai dari “yellow” hingga “black”. Kebanyakan dari pengunjung dan kami mencoba wahana “blue”, “green”, dan “orange”, dikarenakan tingkat kesulitan, ketinggian, dan ke-ekstrim-annya adalah standar dan memang, cukup menantang tapi tidak membuat ketakutan akan jatuh itu semakin dalam. Menurutku dan sebagian teman, “blue” sudah cukup bagi kami karena “orange” ke atas kelihatan mengerikan jika dilihat dari bawah, disebabkan tingginya tali yang melintang di antara satu pohon dengan yang lainnya yang tentu artinya kami harus meluncur di ketinggian.

IMG_9251

Terlepas dari itu, kegiatan di Bali Treetop amat menyenangkan dan asyik. Kami semua agak kecewa ketika waktu habius. Tapi, kami bersyukur kami diberi kesempatan untuk mengunjungi bali Treetop dan menguji keberanian kami di sana.

IMG_9275

Setelah itu, kami masuk ke dalam bus yang akan mengantar kami menuju ke Batik Workshop. Karena capek, kami tertidur di dalam bus dengan lelap. Saat sudah sampai di Batik Workshop, kami bertamu dengan Pak Ketut Sujana di rumahnya. Beliau yang mengajari kami cara membatik.

20160426_161345

Pertama, kami diajak masuk ke tempat pembuatan batik ini berlangsung, dan kami sudah disediakan alat-alat membatiknya. Peralatan yang dimaksud yaitu lilin, kain putih, dan canting. Canting adalah alat untuk mengoleskan lilin cair ke kain putih. Kami diajarkan cara melakukannya oleh Pak Ketut Sujana sendiri. Tapi, sebelum itu, kami mengambil spidol yang sudah disediakan untuk menggambar sketsa. Kami pun menggambaar sketsa diatas kain putih yang masih kosong. Imajinasi dan ide kami tuangkan ke kain tersebut.

Selesai membatik kami kembali ke hotel. Kemudian kami pun mulai mengerjakan blog ini. Disaat kami sedang serius mengerjakan blog, makan malam pun di hidangkan. Seusai makan, kami melanjutkan menulis blog ini. Lalu, kami pun mengerjakan lembar refleksi hari ke 3. Intinya kegiatan hari ini sangat menyenangkan walaupun membuat kami letih.

-Aida, Caca, & Nando-

Kegiatan Hari Ke-3: Tari Bali & Membuat Topeng oleh Grup UTEKI

Cipratan sinar matahari membangunkan kami pada pagi yang cerah ini. Pohon-pohon yang hijau menyegarkan mata kami yang tertutup ini. Kami segera mandi untuk bersiap-siap sarapan. Harumnya makanan semakin menggoda perut kami yang kosong ini. Kami pun makan-makanan di sini. Setelah makan, kelompok Mulki dan Uteki bersiap-siap untuk kegiatan masing-masing. Kegiatan-kegiatan hari ini membuat kita senang dan bahagia.

P_20160426_093823

20160426_111941

Kami belajar tarian khas Bali dengan bapak I Ketut Sudirawan dan juga istrinya. Untuk perempuan kami belajar tarian bali yang bernama Puspanjali sedangkan laki laki belajar tarian yang bernama Wira yuda.

P_20160426_085240

Pada saat kami perempuan latihan nari yang laki laki latihan bermain gamelan,lalu sebaliknya perempuan latihan main gamelan yang laki laki latihan nari.Makna dari tarian Wira yuda adalah prajurit yang gagah perkasa yang sedang menuju medan perang,sedangkan tarian Puspanjali maknanya para penari perempuan yang sedang menjamu tamu penting.Tiga hal dasar yang harus di perhatikan: Agem,Tandang,dan Tangkep. Setelah kami latihan nari dan bermain alat musik tradisonal Bali kami di pakaikan kostum khas Bali selanjutnya langsung pentas.Pada saat pentas berlangsung ada artis Korea dan merekam kita.

20160426_105804

Setelah pentas, artis Korea menyanyikan salah satu lagu yang di punyainya. Sesudah artis Korea selesai menyanyi kami foto bareng.Setelah itu kami makan yang ada di dalam lunch box.Kemudian kita pergi ke mask maker yaitu rumahnya pak Ida Bagus Anom. Dua Kakek dan ayahnya adalah orang yang ahli dalam membuat karya seni pahat.

20160426_140710

Kemudian ada dua jenis topeng yaitu untuk dipajang dan untuk di pakai. Kayu yang dipakai yaitu kayu pule karena kuat,elastis,dan dipercaya memiliki karisma. Kemudian pak Ida Bagus Anom menunjukan langkah- langkah cara membuat topeng dari kayu pule.setelah itu pak Ida menunjukan hasil karya topeng yang dimiliki. Lalu kami mewarnai topeng yang sudah di siapkan dengan warna putih terlebih dahulu pada muka topeng tersebut dan dikeringkan oleh sinar matahari.

20160426_140826

Sekitar sepuluh menit setelah topeng kering diwarnai sesuka hati,setelah dikeringkan lagi kami memakai topeng tersebut lalu foto bersama pak Ida Bagus Anom.Kemudian kami foto lagi sendiri dengan topeng di depan rumah pak Ida yang bertuliskan Mask Maker.Sesudah selesai foto kami pamit dengan keluarga dan Ida Bagus Anom lalu pulang lima belas menit dari tempat mask maker ke hotel tempat kami tinggal.Perjalanan dan pelajaran hari ini sangat seru dan melelahkan!

By: Yowen,Putra,dan Nadya

Kegiatan hari ke 2 kelompok Uteki

P_20160425_133927

Di pagi yang cerah kubuka jendela kamar hotel ku.Udara dingin mengguyur tubuh ku. Langit yg masih gelap membuat ku ingin terlelap kembali di tempat tidur yang empuk.Gurau pun terjadi di kamar ku.Saat aku melihat keluar dari kamar ku menuju balkon,sinar mentari sudah mulai terlihat dari balik pohon pohon kelapa.Matahari yang terbit di timur seakan akan menghinoptis untuk melihatnya.Burung burung berkicau merdu seakan akan memuji tuhan.Semua itu membuat ku bersemangat untuk melakukan kegiatan hari ini.

P_20160425_122905

Hari ini kita pertama melakukan kegiatan di Begawan Foundiation. Di sana kita melihat burung burung yg langkah ada berbagai burung disana disana kita melakukan 4 kegiatan, kegiatan itu ada yang menyenangkan dan ada yg menegangkan.

4 kegiatan itu adalah: tour keliling lokasi penangkaran burung. Selama tour kami juga diajari bagaimana membersihkan tempat minum dan kandang burung. Selain tour kami juga melakukan kegiatan bird watching, feeding the bird dan kegitan Lab. Selama Bird Watching kami diajari untuk mengidentifikasi burung apa saja yang ada terutama mengamati jumlah burung Bali Starling yang hampir punah. Feeding the bird dimulai dengan menyiapkan dan memotong buah-buahan seperti pisang dan wortel. Begawan Foundation memiliki Lab yang cukup sederhana tetapi memiliki fungsi yang sangat penting. Lab ini digunakan untuk memeriksa bulu atau darah untuk mengidentifikasi kesehatan burung.

P_20160425_103158

Kegiatan kedua adalah Kul Kul Farm. Kul Kul artinya Kentongan. Alat komunikasi dengan cara memukul sebuah alat tertentu yang disebut kentongan. Konsep penting yang kami pelajari di Kul Kul Farm adalah bagaimana kita bercocok tanam yang ramah lingkungan. Dua kegiatan utama yang kami pelajari adalah membuat kompos dan pembibitan. Selama kegiatan pembuatan kompos kami diberi kesempatan satu persatu untuk menuangkan bahan kedalam tempat atau wadah pembuatan kompos. Setelah selesai membuat kompos kami diarahkan ke lokasi pembibitan. Kami diajari bagaimana kita menanam tanaman dari kompos yang sudah siap digunakan. Kami juga berkesempatan membuat pot dari kertas juga menanam bibit pohon kelor.

P_20160425_094329

Kegiatan hari ini ditutup dengan kegiatan mengunjungi pasar Galuh( Galuh Market). Galuh Market sebenarnya bukan pasar seperti pasar pada umumnya. Pasar Galuh ini lebih tepatnya adalah toko yang menjajakan makanan khas juga produk-produk khas Bali seperti Kaos Bali, Udeng, Tas Bali, berbagai macam kerajinan juga makanan khas Bali. Galuh Market ini berada di desa Batu Bulan yang terkenal dengan kerajinan seni pahat batu yang cantik-cantik. Kami hanya diberi waktu 1 jam untuk berbelanja dan kami merasakan betapa cepatnya waktu berlalu dan rasanya waktu 1 jam tidak cukup untuk mencari suvenir untuk dibawa kembali ke Papua untuk oleh-oleh keluarga tercinta disana. Tapi kami harus tetap menjaga komitmen kami untuk selalu mentaati semua plan-plan dan jadwal kegiatan yang sudah disusun guru. Puji syukur kami ucapkan di hari pertama dari kegiatan extended studies ini kami bisa menjalankannya dengan baik dan lancar. Dan yang paling penting adalah kami sehat-sehat selalu dan menikmati semua kegiatan yang ada.

– Raffa, Ellisa dan Fani –

 

 

 

Kegiatan hari ke 2 kelompok Mulki

20160425_084237

Udara dingin seakan merangkul ku saat aku membuka pintu kamar ku pagi ini. Langit masih terlihat gelap. Setelah beberapa saat, mentari pun mulai menampakan dirinya di ufuk timur. Sinarnya yang lembut menghangatkan tubuhku. Burung-burung berkicau dilangit biru yang indah. Lukisan Tuhan yang indah ini membuat kami semua gembira dan semangat untuk kegiatan hari ini.

20160425_092434

20160425_092512

20160425_095756

Setelah itu kami bersiap-siap untuk trekking. Saat perjalanan ke lokasi trekking kami melihat hamparan padi berwarna emas yang terang dan sawah yang terbentang luas seluas samudra. Sesampainya di lokasi trekking kami berfoto-foto di tempat mulainya perjalanan trekking.

20160425_090634

20160425_091407

Pada saat trekking udara sangat panas dan terangnya terik matahari seakan membakar kulit kami, lalu di tambah beratnya barang bawaan kami yang berada di tas ransel seakan berat untuk melangkahkan kaki. Tetapi kami masih bersemangat karena kami melihat pemandangan yang sangat indah. Setelah itu, di pertengahan perjalanan kami beristirahat sambil memakan snack yang diberikan kepada kami. Setelah itu kami berjalan ke arah bis, tetapi sebelum itu kami berkunjung ke rumah Bali. Disana kami dijelaskan tentang karakteristik dan ciri-ciri rumah Bali.

20160425_084842

20160425_105445

Selesai treking, kami melakukan perjalanan ke restaurant sobek. Lama perjalanan kurang lebih 20-25 menit. Pada saat di Restaurant Sobek kami melihat restaurant ini terletak di pinggir jurang dan terbuat dari bambu dan atapnya menggunakan jerami. Lalu kami makan makanan yang telah disajikan untuk kepada kami. Lalu kami mengantri satu persatu untuk mengambil makanan. Makanan-makanan yang disediakan sangat banyak dan beragam. Kami pun makan dengan lahap.

20160425_123007

Setelah makan kami naik bis, dan melanjutkan perjalanan ke tempat mask painting. Sesampai nya di tempat mask painting, kami bertemu Ida Bagus Anom. Beliau adalah seorang maestro pembuat topeng di Ubud Bali. Bapak Ida Bagus Anom menjelaskan cara membuat topeng. Setelah bapak beliau menjelaskan cara membuat topeng, kami diajak melihat koleksi koleksi topeng yang dibuat bapak Ida Bagus Anom. Setelah kami melihat koleksi koleksi itu, kami pun mewarnai topeng. Setelah kami mewarnai topeng kami berfoto bersama dan berpamitan dengan Bapak Ide Bagus Anom, kami kembali ke hotel.

20160425_132951

Sesampainya di hotel kami beristirahat di kamar masing-masing sambil menunggu teman-teman dari kelompok Uteki kembali. Di sore hari kami bermain di kolam renang untuk melepaskan penat. Seusai berenang kami makan malam. Menu makan malam hariini tidak kalah lezat dibanding kemarin. Kami semua pun menyantap makan malam kami dengan lahap.

20160425_133033  20160425_125609 20160425_124936

20160425_140114

Kegiatan terakhir kami adalah mengisi students’ guide book. Malam ini kami membuat “Picture freeze frame”. Kemudian dilanjutkan dengan mengisi jurnal hari ini. Saat ini kami sedang bersiap-siap untuk istirahat. Kami sudah tidak sabar menyambut pagi untuk menjalani kegiatan hari ke tiga.

 

-San, Rian, & Willem-